Rabu, 11 November 2015

Resume bab 9

BAB 9 Keamanan Informasi


Keamanan Informasi
Digunakan untuk mendeskripsikan perlindungan baik peralatan komputer maupun non komputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan pihak-lpihak yang tidak berwenang.

Tujuan Keamanan Informasi
1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha untuk melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berwenang. Contohnya: piutang dagang, pembelian, dan utang dagang.
2. Ketersediaan, adalah menyediakan data dan informasi sedia bagi pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menggunakannya. Contohnya: sistem informasi sumber daya manusia dan sistem informasi eksekutif
3. Integritas, semua sistem informasi harus memberikan representasi akurat atas sistem fisik yang di representasikannya.
4. Keamanan informasi, aktifitas untuk menjaga agar sumber daya informasi tetap aman. Sedangkan, aktifitas untuk menjaga agar perusahaan dan sumber daya informasinya tetap berfungsi setelah adanya bencana disebut manajemen keberlangsungan bisnis.

Manajemen Keamanan Informasi
Manajemen Informasi terdiri dari 4 tahap:
1. Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan.
2. Mendefinisikan resiko yang dapat di sebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut.
3. Menentukan kebijakan keamanan dan informasi.
4. Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi resiko-resiko tersebut.
Ancaman (Information Security Threat)
Ancaman keamanan informasi, Adalah orang, organisasi, mekanisme, atau peristiwa yang memiliki potensi untuk membahayakan sumberdaya informasi perusahaan.
Ancaman Internal dan Eksternal, ancaman internal mencakup bukan hanya karyawan perusahaan, tetapi juga pekerja temporer, konsultan, kontraktor, dan bahkan mitra bisnis perusahaan tersebut. Sedangkan, ancaman eksternal adalah ancaman yang di luar perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan internal seperti perusahaan lain yang sama produk dengan perusahaan kita atau bisa juga disebut pesaing dalam usaha.

Jenis Ancaman
Virus, hanyalah salah satu contoh jenis peranti lunak yang menyandanng namaperanti lunak yang berbahaya (malicios software). Malicios dan malware,terdiri atas program program lengkap atau segmensegmen kode yang dapat menyerang suatu sistem dan melakukan fungsi-fungsi yang tidak di harapkan oleh pemilik sistem. Fungsi-fungsi tersebut dapat menghapus file atau menyebabkan sistem tersebut berhenti.

Risiko
Risiko keamanan informasi di definisikan sebagai potensi output yang tidak di harapkan dari pelanggaran keamanan informasi oleh ancaman keamanan informasi. Risiko-risiko seperti ini di bagi menjadi 4 jenis, yaitu:
1. pengungkapan informasi yang tidak terotoritas dan pencurian.
2. penggunaan yang tidak terotorisasi.
3. penghancuran yang tidak terotorisasi dan penolakan pelayanan.
4. modifikasi yang tidak terotorisasi.

Persoalan E-Commerce
E-commerce (perdagangan elektronik) telah memperkenalkan keamanan baru. Masalah ini bukanlah perlindungan data, informasi, dan peranti lunak, tapi perlindungan dari pemalsuan kartu kredit. Menurut sebuah survei yang di lakukan oleh gartner group, pemalsuan kartu kredit 12 kali lebih sering terjadi untuk para peritel.
E-Commerce di bandingkan dengan para pedagang yang berurusan dengan pelanggan mereka secara langsung. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaanperusahaan kartu kredit yang utama telah mengimplementasikan program yang di tujukan secara khusus untuk keamanan kartu kredit e-commerce.

Kartu Kredit “Sekali Pakai”
Pada september 2000, American Express mengumumkan sebuah kartu kredit “sekali
pakai”. Kartu ini bekerja dengan cara: Saat pemegang kartu ingin membeli sesuatu secara online, ia akan memperoleh angka yang acak dari situs web perusahaan kartu kredit tersebut. Angka inilah, dan bukannya nomor kartu kredit pelanggan tersebut, yang di berikan kemudian melaporkannya ke perusahaan kartu kredit untuk pembayaran.


Sumber :Buku Sistem Informasi Manajemen pengarang ; Raymond McLeod,Jr. George P.Schell